Bab.37 Ancaman Untuk Seno

832 Kata

Minggu-minggu setelah pengakuan Isabella berjalan seperti garis tipis yang tegang. Tidak ada ledakan, tidak pula drama terbuka. Yang ada justru kehati-hatian berlapis, seolah setiap orang sedang mengukur jarak langkahnya sendiri. Seno menepati janjinya. Ia mengalihkan sebagian besar komunikasi dengan investor kepada tim, terutama Sigit. Setiap agenda yang mengharuskannya bertemu langsung dengan Isabella dilakukan di ruang rapat terbuka, dengan minimal dua orang direksi lain hadir. Tidak ada lagi makan malam berdua, tidak ada percakapan personal di luar konteks kerja. Namun Isabella bukan perempuan yang terbiasa mundur hanya karena satu penolakan. Ia tetap profesional di permukaan. Laporan-laporannya tajam, masukannya bernilai, dan komitmen investasinya tidak berubah. Bahkan beberapa kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN