86. Genderang Perang

1743 Kata

Rengga POV. Ampun deh, menyerah lagi aku pada pesona tubuh Sinta. Cantik sih jadi aku kalah dengan nafsuku lagi. Akhirnya dia aku sentuh lagi dengan berlebihan. Manusiawi sih, tapi gak ada beretitude baik karena aku melanggar apa yang aku pinta sendiri pada Sinta. Bisa jadi boomerang untukku di kemudian hari. Namanya cewek sudah cinta pasti merasa wajar terus dirinya di sentuh berlebih oleh lelaki yang dia sayang. Aku sampai mengacak rambutku kesal. “Kenapa Yang?” tanyanya menjedaku. “Gak apa, agak pening gara gara bir” jawabku tidak sepenuhnya bohong. Aku cukup bermasalah dengan alcohol. Mau tidak ikutan minum, mana mungkin kalo yang lain juga minum. Pemikiran salah sih, tapi namanya laki kalo gak bangor sedikit nanti malah bego. “Aku yang gantian nyetir deh” katanya lagi. “Gak Yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN