Perkara Resleting Celana

1556 Kata

Happy reading.. * * * Malam telah larut. Tidak seperti biasa. Kali ini tidak ada bulan yang menghiasi langit, mendung. Hanya rintik-rintik hujan yang terdengar. Membuat suasana terasa semakin kelam. Namun tetap saja, kelam yang tercipta tidak mampu mengalahkan kegundahan hati seorang wanita. Yang tengah duduk di tepian jendela yang terbuat dari kaca. Berharap seseorang yang sedang dinantinya segera terlihat di luar sana. Berulang kali terdengar helaan nafas panjang darinya. Bukannya ia tak mencoba untuk tidur. Namun mata seakan sulit diajak kerjasama. Rasa gelisah terus menderanya. “Belum tidur, Non?” Suara Bi Suminah terdengar mengagetkan Ayla yang masih setiap berdiam pada posisinya semula. Wanita itu kontan langsung menoleh menatap sang Art yang sudah ia anggap sebagai orang tua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN