Selamat membaca.. Terima kasih atas semua support kalian ya guys.. Selesai baca, jangan lupa segera tap love nya. Terima kasih.. * * * Saat ponsel telah menyala, beberapa notif tertera di layar. Ada hampir sepuluh panggilan tak terjawab dari Dave dan juga Erna. “Cie.. Cie.. Pak suami kangen itu, Ay.” Sarah mengolok Ayla. “Aku telfon ibu mertua ku dulu. Kasihan, dari kemarin dia hubungi terus.” “Oh, gitu.. Coba kamu telfon balik. Biar tau apa sebenarnya yang mau dibicarakan sama Ibu mertuamu.. Tapi loudspeaker, aku juga mau ikut dengar he..he..” Sahut Sarah tertawa. “Baik, aku telfon dulu. Tapi kamu diam ya! Jangan ada suara. Karena kamu tuh kebiasaan suka banyak bicara, potong cerita orang.” Ayla memperingatkan seraya mengatur posisi duduk yang nyaman. “Siap, Bos!” Seru Sarah t

