"Gimana tidurmu semalam, Ruth?" "Like a baby," jawab Ruth acuh tak acuh. Arka tidak pernah tahu bahwa jawaban itu memiliki dua makna yang jauh berbeda. Semalaman Ruth tidur dengan perasaan resah. Pikirannya terus berkelana memikirkan Clara, bocah perempuan yang ditemuinya waktu itu. Ruth masih mengingat dengan jelas bagaimana menggemaskannya Clara dikala tengah mengunyah sandwich pemberiannya. Pipinya yang menggembung, matanya yang terbuka lebar, juga tatapan polosnya yang menatap ke dalam mata Ruth. "Lagi mikirin apa, Sayang? Serius banget." "Ah ... enggak." Ruth menggeleng cepat. "Bukan apa-apa." Ruth menoleh menatap Arka. "Pinjem hp kamu bentar, Ar." "Ada di nakas. Ambil aja," ujar Arka. "Emang kamu mau lihat apa?" "Kalender." Arka berjalan mendekati Ruth. Berdiri di belakang p

