18. Romanticism 3.50

1264 Kata

"Gimana tidurmu semalam, Ruth?" "Like a baby," jawab Ruth. "Kamu mau aku buatin teh, Ar?" Arka menoleh menatap istrinya yang tengah sibuk mengoleskan selai dengan rasa keju ke roti. "Kopi aja." Segera Ruth beranjak dari kursi. Perempuan itu berniat membuatkan secangkir kopi untuk Arka. "Pake gula ga, Ar? Enggak 'kan ya? 'Kan manisnya udah ada di aku," gurau Ruth. Arka menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Iya sih, Sayang. Tapi ... ya kali aku minum kopi pahit?" Ruth tertawa lebar. "Dulu aku sering digombalin begitu sama temen-temenku." "Bodoh berarti mereka," cibir Arka. "Hidup itu mesti realistis." Seraya meletakkan secangkir kopi di meja, Ruth berujar, "Kamu cemburu?" Arka berdecak. "Udah tahu ngapain tanya?" "Cuma temen, Arka. Itu pun dulu. Pas aku masih imut-imutnya." "Sekar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN