Daffa masih duduk diam ia memikirkan gimana caranya agar Sifa mau memaafkan kebodohannya tadi. Sungguh ia merutuki jujun yang tak tahu situasi dan kondisi. Andai tak memikirkan jika Jujun adalah aset berharga untuk masa depan bersama Sifa sudah Daffa patahkan dia saking kesalnya. "Lagi ngapain?" Tanya seseorang menyadarkan lamunan Daffa "Sayang.."Daffa menerbitkan senyumnya saat Sifa datang kembali ke apartementnya lagi. "Mas kira kamu marah karena si Jujun..." "Jujun? " Sifa mengerutkan dahinya tak mengerti,"Siapa Jujun?" Daffa terkekeh.." Jujun adik mas.." "Owh..maaf aku tidak ingat kalau kamu punya adik,jadi buat apa aku marah sama adikmu.." "Sini...mendekatlah duduk." Pinta Daffa menepuk tempat di sebelahnya Sifa mendekat dan segera duduk kemudian Daffa berbisik " Jujun itu yan

