‘Pantas saja dia kelelahan,’ batin Virghi dalam hatinya saat dia memperhatikan mata Kissia yang terpejam dalam keletihan. Pagi itu setelah sarapan, Virghi langsung pergi meninggalkan kamar inapnya untuk melihat keadaan Kissia. “Kapan dia sadar, Sus?” tanya Virghi ingin tahu kepada seorang perawat yang juga mengecek kondisi Kissia. “Kita tunggu saja,” jawab suster. “Anda harus sabar karena pengobatan di sini terkendala administrasi.” Virghi mengerutkan keningnya. “Aoa maksudnya?” tanya Virghi dengan nada menuntut penjelasan. “Kalau soal uang, saya akan bayar berapapun ....” Virghi mendadak diam, dia teringat jika semua barangnya hilang karena kecelakaan itu. Termasuk dompet yang di dalamnya ada kartu kredit, debit dan identitas lain miliknya. “Kalau begitu, lebih baik

