Melhat ayahnya terdiam, Feli berusaha mempengaruhinya. “Kalau Ayah pasrah sama keadaan ini, maka nggak akan ada lagi koneksi erat antara Ayah dan Pak Alanzo Rico. Bukankah perusahaan Ayah sedang menurun?” tanya Feli dengan nada logis. Helvin meraih cangkir kopinya dan tidak ingin menjawab. “Kesempatan bagus buat Ayah sekarang hanya dari hubungan pernikahan aku sama putranya Pak Alanzo,” kata Feli lagi dengan mata menyorot penuh ambisi. “Kissia dan Virghi sudah nggak ada ....” “Feli,” tegur Helvin, sesaat sebelum dia menyeruput kopinya. “Maksud aku masih belum ditemukan,” ralat Feli buru-buru. “tapi mau sampai kapan? Sekarang ini hanya tinggal aku sama Giordano, nggak ada pilihan lagi selain ... Ayah harus berusaha menjodohkan aku sama dia.” Helvin hampir saja tersedak o

