Boleh Pinjam Uang Kamu, Nir?

1047 Kata

"Nira ... ?" tegurku pada istriku yang baru saja meletakkan telepon genggam di tangannya begitu menyadari kepulanganku. "Ya, Mas? Kamu sudah pulang? Kok wajah kamu berdarah? Ada apa, Mas?" Nira menyimpan ponselnya dengan gerakan tenang lalu mendekatiku dengan manik mata menatap lekat wajahku. Saat sampai, kedua telapak tangan wanita pendiam itu hinggap di wajahku lalu salah satu telunjuknya menyentuh pelan sudut bibirku yang pastinya saat ini bengkak dan masih menyisakan noda darah yang mulai mengering di sana. "Siapa yang membuat Mas jadi begini?" tanya Nira mirip desisan. Dingin. Aku menggelengkan kepalaku dengan senyum getir. "Mas nggak papa, Nira. Kamu sendiri sedang apa? Siapa yang barusan kamu telepon?" tanyaku beruntun dan penasaran pada istriku itu. Nira tersenyum tipis lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN