Dua minggu terisi dengan kesibukan yang nyaris membuat Lamia melambaikan tangan ke kamera. Dirinya harus menyelesaikan pesanan kebaya wisuda dan juga harus turut andil dalam persiapan persiapan kakaknya. Walaupun sejujurnya Lamia bingung, karena setelah dia mengorbankan waktu untuk pulang lebih cepat dan mengabaikan pekerjaannya sementara waktu, ketika di rumah, yang terlihat hanyalah orang-orang yang sibuk mengobrol satu sama lain. Sedangkan semua persiapan dekorasi pernikahan sedang dikerjakan oleh staff WO yang disewa oleh mertua kakaknya. Tentu saja itu bukan WO milik Lamia. Kakaknya tidak akan sudi membiarkan uangnya masuk ke dalam rekening Lamia. "Ma, apa yang bisa aku bantu?" tanya Lamia pada mamanya yang sedang duduk bersama dengan kerabat yang lain. Mamanya itu mendongak k

