Kepulangan Sarmila disambut oleh Lina. Dia tak percaya kalau Sarmila membawa makanan banyak tentu saja menjadi pertanyaan Lina. Keponakannya itu benar-benar tahu caranya berkomunikasi sampai-sampai mendapatkan banyak hal yang tak pernah diduga sebelumnya. Pekerjaan dan juga rezeki yang tiba-tiba datang menjadi rezeki tersendiri. Lina bersyukur melihatnya. Sambil terus mengoceh dan memakan makanan, Sarmila terus berbicara tanpa henti. “Mila enggak pernah tahu kalau Ibunya Mas Gen tuh cantik loh, pantes anaknya jadi ganteng begitu ya Tan?” tanyanya masih dengan menatap layar televise yang menayangkan sinetron Si Anak Laut. Tangannya terus menggenggam satu stoples berisi almond yang habis dia jajah dari Rosalinda tentunya. “Linda tuh cuma ibu tiri Gentala, Mila.” “Eh?” Sarmila menoleh,

