Sedikit mencicit saat meminta maaf, bahkan dengan mendengar suara datar Gentala malah membuat nyalinya ciut sendiri. Mendadak balon yang tadinya sudah menggembung di dadanya kempis seketika. Segera saja dia bergeser, dengan bantuan tangannya sendiri. Gentala segera bangun, dia malah tak menatap Sarmila karena fokusnya sudah menemukan peliharaan kesayangannya. “p***y! Kenapa kamu bandel sekali sih? Kamu waktunya vaksin,” seloroh Gentala yang rupa-rupanya malah lebih senang mengajak si kucing berbicara. Ingin rasanya Sarmila iri pada kucing yang sudah digendong dan dielus oleh tangan besar Gentala. Tapi dia juga sedang merasa canggung dan malu sampai-sampai suaranya sudah mendadak ditelan bumi. Bukan di dataran bumi yang masih dapat dipijak, tapi … dasar bumi yang paling dalam. Inti bumi

