''Selangkah pun aku gak akan pernah mundur, semua orang memiliki sisi gelap hidup masing-masing. Begitu pun aku, dari luar mungkin terlihat sempurna tapi ada satu hal yang mereka gak tau tentang kelamnya hidupku.'' Samudra menjadi ucapannya menghela napas kasar. ''Suatu hari nanti kamu pasti akan tau tentang semuanya, hidupku tak seindah yang mereka sangka.'' ''Tapi, apa nanti keluarga Om bakal setuju? Aku merasa rendah dan gak sepadan, Om.'' Samudra meraih tangan Cristal, jari jemarinya menyusup masuk saling bertautan menggenggam erat. ''Kamu gak usah memikirkan sesuatu yang belum terjadi.'' ''Tapi ....'' Wajah Cristal menengadah menatap Samudra mencoba menghalau keraguan dalam hatinya. ''Biar semua aku yang urus. Ayo, kita antar Mama dulu ke ruangan. Kasihan beliau mau istirahat.''

