Samudra mengurai pelukan menatap lekat mata beriris coklat itu, seraya mengusap lembut dan membingkai wajah Cristal, mengikuti garis rahang dari pipi hingga bibir. Samudra tak percaya bisa melihat Cristal lagi. Semua terasa seperti mimpi, Samudra menempelkan keningnya dengan kening Cristal hingga saling menempel menjadi satu, terpaan napas hangat terasa menyapu wajahnya. Membuat darahnya terasa berdesir. ''Kangen, kamu.'' Suara lembut Samudra seolah membuat Cristal terhipnotis, bulu halusnya terasa meremang menimbulkan gelenyar aneh, tanpa sadar Cristal mengangkat wajahnya hingga saling bersemuka dengan tatapan saling mengunci dan menatap penuh damba, kini hidung mereka pun saling bersentuhan. ''Kangen kamu juga, Om.'' Samudra pun tersenyum hangat. ''Jangan pergi lagi.'' ''Aku janji

