Wajah Samudra nampak segar setelah mandi aroma musk woody terasa menguar, sudah ada Kaisar dan Cristal yang menunggunya di kamar. Begitu Samudra berdiri di ambang pintu Kaisar langsung melompat kegirangan, tak sabar ingin dibacakan dongeng. Bahkan tangan Kaisar terulur menggeret lengan Samudra berderap menuju ranjang. Rambutnya yang terbiasa tersisir rapi kini basah dan acak-acakan, tapi anehnya membuat kadar ketampanannya meningkat, sampai Cristal tak berkedip saat menatapnya. ''Ayo, Pa, cepat. Aku mau dibacain dongeng.'' ''Gak sabaran banget nih, kayanya anak, Papa.'' Samudra menghempaskan pinggulnya duduk di tepi ranjang, kaki panjangnya ia biarkan menjuntai ke lantai. Tangan kirinya digunakan untuk sandaran kepala Kaisar. ''Jadi, mau dibacakan dongeng apa ini?'' ''Cerita pangeran

