Samudra membawa dua kotak martabak rasa manis dan martabak telur, ia gak tau Cristal suka yang mana jadi beli aja keduanya rasanya ingin makan martabak bareng aja bawaannya. Semilir angin berhembus seakan membelai rambut Cristal menerbangkan tiap helai anak rambut yang tak terikat sempurna menambah kesan cantik pada paras wajahnya. ''Ayo, dimakan? Mau aku suapi?'' tawar Samudra dengan seringai jahil di wajah. ''Gak perlu aku bisa sendiri,'' ketusnya. ''Jangan galak-galak nanti aku sayang, eh ....'' Samudra menaik turunkan alisnya lalu ia mulai membuka kotak martabak manis yang terlihat menggoda, bahkan wajahnya pura-pura takjub seperti menatap berlian penuh binar. ''Waow kayanya enak nih, hemmm.'' Satu potong martabak mendarat mulus masuk kedalam mulut Samudra, Cristal yang melihat ha

