Di ruang serba putih, Cristal terbaring tak berdaya dengan selang infus yang terpasang di pergelangan tangan. Perlahan ia membuka mata, kelopak matanya bergerak kenan dan ke kiri. Ia ingin membuka mata tetapi rasanya terlalu berat, seperti ada batu yang menindih hingga membuat matanya susah terbuka. Padahal biasanya dia adalah orang yang mudah terjaga. Perlahan tapi pasti mata coklat itu pun akhirnya terbuka, aroma khas terasa menusuk indra penciumannya. Cristal mengedarkan pandangan ke sekitar penjuru ruangan, syok. Saat tau ia terbaring di rumah sakit dan yang lebih mengejutkan lagi adalah ruang yang digunakan saat ini. Bukan ruangan pada umumnya, tetapi ia berada di dalam ruang vvip dengan fasilitas yang terbilang mewah. Layaknya seperti hotel berbintang. Gila bagaimana aku membayarny

