Adhair yang melawan Maddalene itu kini terhempas dan tersungkur dengan luka sayatan pedang di sekujur tubuhnya. Keringat serta darah pun mengalir ke atas tanah yang ia pijaki saat ini. Pedang milik Adhair pun terlempar jauh dari tempat dimana kini ia berada. Adhair yang sudah sangat kehabisan tenaga itu berlutut dengan dua tangan menopang tubuh atasnya, ia pun mengangkat wajahnya untuk menatap pada Maddalene yang kini berdiri tepat di hadapannya dengan kedua mata yang masih tertutup. Baju Maddalene yang memang sebelumnya di robek oleh Adhair pun terbuka, dan memperlihatkan dengan jelas cahaya merah Vdes yang masih bersinar dengan terang, bagaikan sebuah alarm peringatan untuk Adhair jika saat ini adalah saat di mana dirinya harus segera berlari sejauh mungkin dari Maddalene. Tetapi tenag

