“Pelankan suaramu Liam!” Ucap mereka di saat yang bersamaan, yang sukses membuat Liam membungkam mulutnya dan menganggukkan kepala dengan menyesal. Ia kemudian berjalan dengan cepat menghampiri Gaelan yang masih mengobati Yasika dengan pendarannya itu dan bertanya, “Bagaimana kalian bisa bersahabat dengan peri-peri itu, Gaelan? Apakah mereka tidak mencurigai jika kita adalah manusia yang tertarik dengan... Vardi Mijuk?” Tanya Liam berbisik pada Gaelan, yang juga semakin memelankan suaranya saat mengucapkan Vardi Mijuk. Liam adalah anak yang pintar, dia juga bahkan mengetahui pengetahuan tentang peri tersebut yang hanya di ketahui oleh beberapa orang itu. Gaelan melirik pada anak lelaki yang penuh dengan rasa ingin tahu tersebut, kemudian Gaelan memikirkan kembali apa yang terjadi sebelu

