Yasika dan Maddalene yang memang satu kamar itu, begitu dekat. Karena Maddalene lebih tua dari Yasika dan Yasika yang memiliki sifat manja, sehingga keduanya sangat dekat. “Kau tidak salah Sika... Tidak ada hal yang salah yang telah kau lakukan! Aku hanya mengkhawatirkan dirimu, sebenarnya ada apa dan apa yang terjadi?” Tanya Maddalene yang perlahan memberanikan diri untuk bertanya pada Yasika, karena di sisi lain tidak ada Liam yang bersama mereka. Karena jika anak itu ada, maka kejadian seperti apa yang Gaelan alami, terjadi kembali. Sedangkan Maddalene tidak menginginkannya terulang kembali padanya. Maddalene pun melepaskan pelukannya dan menatap pada Yasika dengan serius, “Ada apa, Yasika... Ceritalah!” Pintanya. Yasika menarik napasnya dengan panjang, kemudian ia menatap pada Ma

