47. Freya

2018 Kata

"Kamu tidak pulang?" Freya menoleh dengan cepat saat suara khas anak lelaki tiba-tiba saja menyapanya. Javano dengan tas bergambar robotnya berdiri di belakangnya, menatapnya dengan raut wajah heran. "Bukan urusanmu," balas Freya pedas. Sepertinya gadis kecil itu masih menyimpan sedikit dendam pada Vano, tanpa anak lelaki itu sadari sama sekali. Padangan Freya sekali lagi terhalang dengan tangan yang memegang permen tepat di depan matanya. Freya mundur selangkah, sebelum menatap tajam Vano sekali lagi. "Apa mau-" "Untukmu. Kata Mama, anak kecil seperti kita seharusnya berbaikan jika sudah saling berbagi permen. Aku sudah memberimu permen, jadi jangan marah lagi padaku. Aku juga sudah minta maaf bukan?" Freya terdiam menatapi uluran permen yang terarah padanya. Dengan wajah cemberut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN