Warning! Kata-k********r dan sedikit adegan berdarah tercantum dalam part cerita kali ini. Semua kejadian hanyalah fiktif belaka. Kebijakan pembaca sangat disarankan dalam part cerita ini. Ting tong Ting tong Ting tong "Bibi Alexa, ini aku Freya! Tolong buka pintunya Bibi! Hiks, tolong kami kumohon......" "Freya?" Alexa yang semula tengah mencuci pakaian segera berjalan cepat kearah pintu yang digedor panik oleh seseorang. Anaknya Vano juga segera meninggalkan mainan rubiknya, saat suara teman baiknya tidak terdengar baik-baik saja di luar sana. Saat Alexa telah memastikan Freya datang sendiri, wanita itu segera membuka pintu apartemennya dengan cepat. Sosok Freya berdiri di depannya, matanya sudah sangat merah karena terlalu lama menangis. "Freya, apa yang-" "Kumohon tolong Mam

