Ava menatap kosong mayat-mayat yang kini tergeletak tidak bernyawa di bawah kakinya. Api membakar desa kecil itu, diiringi suara tangisan anak-anak kecil yang menangis karena bingung harus kabur kemana saat orang tua mereka sudah terbaring tidak bernyawa di depan mereka. Ava tidak pernah menyangka kelompok anti-pemerintah itu akan membangun desa kecil dan membawa keluarganya ikut bersama mereka. Jendral Hugo mungkin sudah tahu mengenai ini, dan sengaja mengirim Ava karena dia tahu hanya Ava-lah yang bisa membunuh siapapun tanpa pandang bulu demi keselamatan teman-temannya. "Hiks, ka-kakak cantik......... Kumohon jangan bunuh kami...... Hiks, jangan bunuh siapapun lagi........ A, adikku sudah ketakutan......" Ava menoleh saat seorang anak kecil menguatkan dirinya untuk bicara pada Ava. L

