Alexa terbangun tanpa siapapun di sisinya. Matanya sedikit bengkak akibat menangis terlalu lama. Alexa mendesah kecil, lututnya tertekuk ke d**a saat dia mengistirahatkan kepalanya di atas lututnya sendiri. Clek Alexa tetap tidak bergerak saat seseorang masuk ke dalam kamar. Suara langkah seseorang sampai di telinganya, berhenti tepat di sebelahnya. "Sayang....... Ada kau merasa sakit dimana pun? Biar aku periksa untukmu Lexa." "Jangan sentuh aku." Tangan Dominic yang hendak menyentuh Alexa berhenti di tengah jalan saat Alexa masih membalas ucapannya dengan nada dingin. Pupil Dominic sempat mengecil untuk beberapa saat, sebelum wajahnya berusaha untuk terus mempertahankan ketenangannya. "Apa maksudmu Sayang? Aku hanya ingin membantumu, kau sebelumnya jatuh jadi aku pikir kau mungkin

