"Seratus sembilan puluh sembilan........" "........ Dua ratus." Ava yang sejak tadi mengamati Dominic tersenyum kecil saat pria itu kembali menegakan tubuhnya setelah dia selesai push up di hitungan ke dua ratus. Keringat membasahi tubuhnya yang kini diliputi otot. Dominic terlihat mengerutkan kening, saat matanya menatap lama handuk kecil yang baru saja dia ambil untuk mengeringkan keringat di tubuhnya. "Kerja bagus." Dominic yang semula tengah mengusap keringatnya menggunakan handuk kecil itu segera berbalik saat Ava memutuskan untuk menghampirinya kali ini. Ava tersenyum samar, saat dia menatap bangga Dominic yang sudah berkembang lebih baik dari dugaannya selama ini. "Untukmu." Dominic menatap terkejut botol air mineral yang baru saja diserahkan oleh Ava. Lelaki itu dengan kikuk

