"Begitu ya...... Baiklah, Saya sudah percaya padamu Tuan. Maaf Saya sempat meragukan indetitas Anda sebelumnya. Saya berdoa semoga di tempat baru nanti Vano bisa kembali menjadi dirinya. Dia anak yang jenius Tuan, ceria pula. Dia salah satu murid yang Saya banggakan di kelas Saya." Dominic tersenyum kecil ketika Imella memuji anaknya dengan mulus. Pria itu dengan murah hati mengulurkan tangan, untuk berterimakasih pada guru muda tersebut. "Terimakasih, kami akan mengurus berkas kepindahan Vano ke sekolah baru secepatnya," balas Dominic. Imella membalasnya dengan mengangguk kecil, sebelum melihat pintu ruang rawat Vano yang tertutup dan dijaga oleh seorang wanita cantik berjas rapi. "Um, bolehkah Saya mengucapkan selamat tinggal pada Vano untuk yang terakhir kalinya?" tanya Imella. Domi

