"Apa maksudmu sialan?!" Mata Dominic menatap dingin sepupunya yang kini bangkit dari tempat duduknya untuk berteriak tepat di depan wajahnya. Dominic menyilangkan kakinya, tubuhnya bersandar dengan santai saat matanya menatap jenaka sepupunya yang terlihat marah untuk menyembunyikan kepanikannya. "Kubilang, kau harus pergi sekarang Gary. Kau mengotori kantorku, keberadaan busukmu tidak dibutuhkan lagi di perusahaan milikku ini." Dominic menjawab dengan santai saat Albert dengan sopan menyajikan kopi padanya seakan Gary tidak lagi ada disana. Gary baru saja hendak menepis cangkir kopi yang baru saja dibawa Albert dengan kesal, saat gerakannya terhenti dengan suara klik yang dihasilkan dari pistol yang dibawa oleh Dominic. "Kupikir aku akan membiarkanmu hidup karena di ingatanku, kau ha

