58. In Dominic's Eyes : Beginning

1224 Kata

Rintik hujan yang jatuh mengaburkan pandangan dari remaja muda yang berdiri tegap saat beberapa orang mulai meninggalkan kuburan orang tuanya. Kakinya seakan menancap pada tanah, sampai ucapan orang-orang terdekatnya pun tidak bisa dia dengar lagi. Mata remaja itu seakan kosong saat dia sekali lagi menatap nama di nisan kuburan yang ada di depannya. Semuanya bukan mimpi. Tidak peduli berapa keras pemuda itu menyangkal kejadian ini, tubuh kaku orang tuanya tetap saja terbaring di bawah tanah kini. Air mata terus menetes dari matanya, saat dia ingat kemarin kedua orang tuanya masih datang menemuinya untuk saling bertukar kabar kemarin. Namun kini, seluruh dunia cerahnya seakan runtuh dalam satu kedipan mata. Dominic, remaja itu tidak bodoh untuk tahu bahwa cepat atau lambat dia akan dite

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN