Aku terpaku saat panggilan ku diangkat oleh seorang wanita. Entah kenapa aku mulai ketakutan dengan semua yang terjadi selama aku menjadi istri mas Farhan. Iya, mas Farhan. Seminggu lalu setelah mendapatkan cuti tahunan, mas Farhan memang meminta izin ku untuk pergi ke New York. Katanya ada urusan dengan sesama dokter, akupun tak bertanya lebih dalam. Tapi tiga hari belakangan ini, mas Farhan jarang bisa dihubungi. Apalagi saat aku tanya mengenai urusan mas Farhan pada dokter Azzam. Astaghfirullah, mendengar jawaban dokter Azzam--suami Syasya membuat perasaan ku dilanda kecemasan. "Saya rasa dari pihak rumah sakit gak mendapat undangan pertemuan ke luar negeri. Mungkin, beda halnya jika itu urusan pribadi atau pertemuan pribadi antara Farhan dan rekannya." Tapi saat semalam aku mend

