Falisha terbangun di rumah sakit dan kepalanya terasa sangat sakit. Dia berusaha untuk bangun dengan perlahan. Falisha memijat kepalanya dan tidak berapa lama Sofia masuk ke dalam ruang rawat. Dia membawa beberapa cemilan dan juga martabak manis kesukaannya. Falisha tersenyum senang dengan bungkusan yang dibawa sahabatnya itu. “Makanya neng, jangan ngeyel kalo di suruh makan,” gerutu Sofia. “Lo cobain aja hamil, trus lo cari makanan yang bisa bikin lo napsu,” balas Falisha. “Sorry, gue main terlalu aman,” tandas Sofia. Falisha hanya tertawa dan mengambil gelas air putih di meja sebelah kasurnya. Dia meminumnya dan melihat jarum infus yang sudah ketiga kalinya selama dia hamil. Padahal sebelumnya dia hampir tidak pernah pingsan atau pun di infus. Sofia

