chapter 45

1286 Kata

Entah kenapa pikiran Falisha selalu terpusat pada Kalya. Dia sudah cukup lama tidak bertemu dengannya. Padahal sebelumnya dia masih bisa melihat bermain di taman. Walau Falisha harus bersembunyi, setidaknya dia bisa yakin kalau putranya itu baik-baik saja. Tapi sudah lebih dari seminggu dia tidak melihat Kalya bermain. Ada rasa khawatir yang Falisha rasakan. Dia ingin bertemu dengan putranya sebelum dia pergi. Sekali saja Falisha ingin memeluk Kalya. Dia benar-benar mencintai Kalya. Anak lelaki itu sangat special dihatinya. Melihatnya yang bermain dan tertawa sangat membuat Falisha bahagia.  Falisha menghela napas dan berniat untuk kembali ke ruang kerjanya. Karena Kalya yang sama sekali tidak terlihat. Baru saja Falisha ingin kembali, tiba-tiba saja Tuhan seperti mendengarkan doa Falish

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN