Perlahan tapi pasti Jennie mulai membuka kedua matanya, ia menatap langit-langit ruangan yang berwarna putih dengan tatapan menerka-nerka. Kepalanya masing terasa pusing , ingatan terakhir kali ia masih dalam keadaan basah kuyup dan sekarang dirinya mengenakan pakaian yang kering dan hangat. Jennie mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah, hanya ada tirai putih yang mengelilinginya. Dan saat itu juga ia sadar bahwa dirinya sedang berada di unit kesehatan kampus. “ Halo, ini aku Jaden, bisa bantu aku.” Suara Jaden di balik tirai berhasil membuat Jennie bergeming. “ Bantu aku menemukan pelaku yang menyebarkan rumor tentang Jennie. Kumohon untuk menemukan pelakunya, benarkah? Terima kasih kau sudah mau membantuku, oke, kabari aku jika kau sudah menemukannya.” Jaden mengakhiri panggilan

