Krista menatap pintu bertuliskan 127 itu dengan tatapan ragu, entah apa yang membuatnya tiba-tiba ragu untuk mencari tahu soal pemuda itu. Krista mencoba untuk meyakinkan dirinya sebelum memasuki ruangan itu. Sejenak ia lupa siapa dirinya, padahal jika dia ingin bisa saja dirinya langsung masuk dan berpura-pura mengecek keadaan di dalam. Membayangkan ketika membuka pintu dan langsung berhadapan dengan pemuda itu seketika membuat Krista keringat dingin. Saat dirinya mondar-mandir tak jelas di depan pintu seketika itu pintu terbuka dan membuatnya terkejut menatap pria yang saat ini menatapnya dengan tatapan heran. " Ada yang bisa saya bantu dok.? " Tanya pemuda yang di carinya selama ini. " Saya ingin bertemu dengan mu. " Jawabnya frontal. " Apa yang kau lakukan Krista? Kenapa kau ce

