Gadis itu terisak dalam tangisnya di hadapan Joshua yang bingung harus berbuat apa, dia sudah menyuruhnya untuk berhenti menangis dan khawatir atas kondisinya. Joshua pun sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Jennie kecuali penembakan itu, karena Joshua tak ingin membuat Jennie merasakan apa yang ia rasa. " Kau benar-benar bodoh, aku tidak habis pikir kenapa pria sepertimu sangatlah bodoh. " Ucap Jennie terus menerus. " Ucapkan saja apa yang ingin kau ucapakan kepadaku, aku bisa mengerti kau sedang emosi sesaat padaku. " Lontar Joshua bukannya membuat Jennie tenang melainkan membuat gadis itu semakin terisak. Tok.. Tok.. Tok... Jennie menoleh ke arah pintu, dan sesaat kemudian seseorang masuk. Dia adalah Joaquin yang datang dengan wajah yang sulit di artikan. " Bisa kit

