Bayang-bayang kecelakaan itu terus mengganggunya, hingga ia membuka kedua mata dengan lebar dan tersadar sudah berada di suatu ruangan berwarna putih. Tali infus melekat di tangan kanannya dan saat ia berusaha bangkit tiba-tiba saja kepalanya merasakan sakit yang luar biasa akibat benturan yang di alaminya saat kecelakaan. Joshua menyentuh kepalanya sambil menahan rasa sakitnya, ia melirik di sekitar ruangan itu dan hanya ada dia seorang. Joshua teringat sosok Jennie yang juga mengalami hal serupa, dengan sekuat tenaga ia melepas infusnya dan berjalan keluar ruangan dengan sempoyongan. " Anda mau kemana.? " Tahan seroang perawat saat berpapasan dengan Joshua di pintu masuk. " Di mana Jennie, biarkan aku melihatnya sekarang juga. " Jawab Joshua berusaha menghindar akan tetapi kondisin

