Ardhan dan Rara duduk bersebelahan dengan mata sama-sama tertuju pada Nevan yang tengah duduk di depan mereka sambil menautkan tangan. Mereka menunggu Nevan yang katanya hendak menyampaikan sesuatu kepada mereka namun sudah hampir lima menit lamanya Nevan diam. Nevan menghela napas. "Nevan mau nikah." "APA?!" Ardhan dan Rara kompak mengeluarkan suara. "Sama siapa lagi?" "Mau nikah sama siapa lagi?" "Kenapa ngomongnya tiba-tiba lagi?" "Kamu hamilin anak orang?" Nevan menatap pasrah ke arah Ayahnya yang dari tahun ke tahun selalu membawa-bawa sebuah fitnahan untuk dirinya, menghamili anak orang. "Enggak, Pah." Ardhan bernapas lega. "Jadi, kamu mau nikah sama siapa?" Tanya Rara. "Sama Reya, sama siapa lagi." Balas Nevan sambil memperhatikan Zio sejenak yang sedang bermain. "Nevan

