Amirra POV “Mas, bangun! Udah jam 2 nih, mas gak siap-siap?” aku mengguncang kecil tubuh mas Dyo yang hanya terbalut selimut. Mataku masih terasa pedas karena mendadak ketiduran dalam pelukannya setelah pelajaran ‘itu’. “Em, sebentar lagi Sayang. Sini dan stasiun cuma butuh 5 menit,” elaknya sambil menggeram kecil dan menarikku kembali dalam pelukannya. Membuyarkan lagi rambut panjang yang sudah kugelung rapi. “Mas, jangan membuatnya makin berat kenapa sih,” keluhku pelan sambil menatap bibir merah tipisnya. Ah, aku bakalan kangen bibir ini. “Gak apa-apa. Habisnya kamu bikin aku lelah sih, Dek. Lagian, semalaman kita gak tidur gara-gara kamu meriang,” keluhnya masih dalam posisi merem. Iya, semalam aku tak membuatnya tidur karena aku demam tinggi dan bersin terus. “Dedek udah gak apa

