Bab 47 Kejujuran

2333 Kata

“Minumlah supaya Kakak tenang,” ujar Ara pelan sambil menyodorkan botol air mineral dingin. Khanza menerima dengan lemah dan memeluk botol dingin itu.             Kedua wanita cantik itu duduk di taman rumah sakit setelah keluar dari ruangan Gathan. Ara memilih untuk menemani Khanza agar kakak sepupunya itu tak berbuat nekat. Ara juga tiba-tiba merasa iba pada orang yang biasanya masuk dalam jajaran blacklist itu. Sepertinya Khanza hanya sosok menyedihkan di balik sikap menyebalkan yang ia miliki. Ara menatap Khanza lekat, iya Khanza sangat menyedihkan. Wajahnya tak secantik biasa, tak secerah biasa. “Maaf kalau aku pernah siram Kak Khanza waktu itu,” Ara membuka percakapan sambil menyentuh lengan Khanza yang kurus. “Aku yang minta maaf karena tak bisa datang ke pernikahanmu, Ara. Suami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN