Bab 19: Perasaan Itu

1379 Kata

Ahya Aku hanya bisa tersenyum kecut karena kebingungan yang tercipta dalam diri ku. "Ahya!" Teriak Ali dan Faisal bersamaan. Sejak kapan mereka ke sini? Oh ya, mereka teman sekelas. "Kau tahu Ahya, kau tampak bingung," ucap Faisal. Ya, dia seakan tahu aku memang bingung. "Iya, apa kau tahu apa yang hilang dari diri ku?” tanya ku balik. "Antum (anda/kamu) sebenarnya tidak kehilangan apa-apa. Kecuali satu hal saja yang menurut ana (saya/aku) hilang dari antum (anda/kamu)," ucap Faisal. "Apa yang kau maksud?” tanya ku balik. "Apakah ada yang janggal dalam ingatan mu? Sesuatu yang aneh," tanya Faisal penuh selidik. "Kalau itu..." Ucapanku seakan tertahan. Mulut ku terasa kelu. "Annisa Amalia," bisik Ali ke telinga ku. Entah kenapa, nama itu membuat ku tidak tenang, pikiran ku langsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN