Bab 32: Tiket Waktu

828 Kata

Amalia   Aku tidak terlalu bersemangat untuk makan malam ini. Entah kenapa, tapi sepertinya mengingat kejadian yang di ceritakan kak Latief waktu dia SMP yang sangatlah bayang dalam ingatanku, merusak mood ku. "Kau tampak malas, Amalia," ucap ayah. "Tak apa ayah, mungkin karena kurang semangat," ucapku. Ayahku mengangguk.   Aku beranjak pergi dari meja makan dan kembali ke kamar.   Di kamar, handphone ku berdering tiba-tiba.   Dari : kak Fath   Besok sore ada acara di universitas kakak. Kakak sudah titipkan tiket buat kamu, kak Latief sama kak Hakim. Tiketnya sama Ahya.   Aku hanya terdiam. Acara apa ya? Kok nggak tahu apa-apa aku? Biasanya minimal Luna atau Cherry akan heboh. Mungkin acaranya kurang terlalu tersiarkan.   Aku tidak membalas pesan itu.   ***   Pagi ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN