Bab 12: Pusaran Ingatan

1199 Kata

Ahya Aku menahan tubuh Amalia dari terjatuh. Entahlah kenapa, tapi tubuhku refleks melakukannya. Tentu saja, aku mendapat hadiah sorotan tajam dari kak Fath karena menyentuh yang bukan mahram, dua kali dalam satu hari ini! Ya, kak Fath sudah dengar cerita yang tadi pagi. Di sisi lain, banyak perempuan dan laki-laki menyorot ke arah kami. Sorotan tajam, seperti haus darah. Eh? "Cepat, bantu dia!" Ucap Luna seraya mengangkat tubuh Amalia bersama teman-temannya. Aku melepaskan tubuh Amalia. Mereka segera membawa Amalia keluar. "Kau tahu, kalau kakak tidak sabar, mungkin kau sudah di rumah saat ini, minum obat," kak Fath memulai pembicaraan. "Maaf kak, tapi aku melakukannya karena refleks," jawabku serius. "Refleks? Alasan tipis," balas kak Fath. Dia seperti mengepalkan tangannya. Tanda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN