Ahya Aku memakan makanan ku tanpa semangat. Pikiran ku masih berkecamuk. Semuanya masih berotasi terhadap apa yang terpintas di ingatan ku saat kak Fath memaksa ku membuka mata ku dan semua kejadian tadi pagi. Seperti ada sebuah tali bayangan yang bisa membuatku menghubungkan di peristiwa tersebut. "Assalamu'alaikum Ahya!" Ucap Ali yang datang dan langsung duduk di samping ku yang kosong. "Wa'alaikumussalam," balas ku. "Kau sepertinya di perhatikan dari tadi," ucapnya seraya menunjuk ke arah pintu masuk kantin. "Aku sudah tahu, para gadis itu tidak pernah mengerti," balas ku datar. "Kenapa dengan mu?” tanyanya, sepertinya mengarah pada sikapku yang dingin dan terkesan aneh. Aku menghentikan suapan makanan ku dan beranjak pergi dari meja ku. "Hey, tunggu!" Ucap Ali mengikuti k

