BAB 30

1710 Kata

Pagi pun tiba, semua orang di villa sudah bangun dari tidurnya. Ada yang sedang bersantai di Gazebo, ada pula yang sedang membantu si Mbok memasak di dapur. Rasanya mereka senang di sini karena sudah lama tidak menghirup udara yang sesegar ini. Mana ada di Jakarta udara sebersih ini? Yang mereka temui pastinya asap knalpot alias polusi yang sangat parah pastinya. “Weh, nanti malam bakar-bakar ikan di sini mantep kali, ya?” celetuk Yunan. “Iya, ya? Mantul pastinya,” tukas Rudi. “Eh, Nya!” panggil Rudi saat melihat Vanya berjalan menuju ke taman. “Yoi?” jawab Vanya. “Eh, di sini ada buat bakar ikan nggak, alatnya gitu?” tanya Rudi. “Ada, ide bagus tuh. Enak juga ya malem-malem bakar-bakaran. Ya udah, aku bilangin ke suamiku aja biar nanti dibeliin ikan mumpung masih pagi. Pasti ik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN