BAB 37

1522 Kata

Aland melihat jemari istrinya yang bergerak, pertanda jika Vanya akan sadar sebentar lagi. Dia bergegas memanggil Zade yang sudah tertidur lagi di sofa setelah mendengarkan penjelasan dokter kalau masa kritis adiknya sudah berhasil terlewati. Benar dugaan Aland, perlahan Vanya mulai membuka matanya. Dengan sigap ia langsung menghalangi cahaya yang masuk karena takut jika istrinya merasa silau saat baru saja siuman. Setelah koma selama seminggu lebih pasti retinanya juga harus beradaptasi kembali dengan cahaya. “Pencet tombol itu, Zade. Biar Vanya bisa segera diperiksa dokter,” titah Aland. “Ha-us,” lirih Vanya dengan terbata-bata dan suara paraunya. “Iya, Sayang. Aku bantu minumin,” ucap Aland sambil membantu istrinya agar lebih mudah meminum air yang ia sodorkan. Aland sangat bahagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN