BAB 21

1189 Kata

Vanya tidak tenang dalam tidurnya, hal ini membuat suaminya terbangun dari tidurnya. Istrinya berkeringat padahal AC di kamar mereka sudah rendah. Aland langsung menenangkan istrinya dengan cara memeluknya, mungkin istrinya sedang mimpi buruk batinnya, “I always beside you, Wife” bisik Aland di telinga istrinya membuat Vanya berangsur-angsur tenang. Aland jadi paham dengan ucapan dokter yang berpesan kalau istrinya mungkin akan tidak tenang dalam tidurnya karena traumanya yang pernah dideritanya. bahkan Vanya memilih ikut dirinya ke mana-mana daripada sendirian, hal itu karena semata-mata dia takut ditinggalkan oleh suaminya lagi. Aland menghela napasnya, dia memperhatikan bekas sayatan di pergelangan tangan istrinya bahkan luka itu masih membekas. Di satu sisi dia senang bahwa istrin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN