Eps. 14

1037 Kata
setelah memberikan hukuman pada Anastasya, Alex kembali mengenderai mobil menuju tempat kerja.di mana dia adalah CEO di perusahaan milik keluarganya sendiri. Alex yang berada di ruang kerjanya sedang melamun memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Anastasy, dia sendiri bingung kenapa sekarang dia sangat menyesal sudah berlaku kasar pada wanitabitu. "seandainya kau tidak menerima tawaran daddy, aku mungkin tidak akan berlaku kejam padamu! dan hubungan kita mungkin tidam seperti ini. aku tahu kau dan daddy bekerjasama agar aku tidak bisa menikah dengan Bella". ucap Alex bermonolog pada dirinya sendiri "oh, come on Alex. jangan merasa kasihan pada w************n itu, karna dia kau harus bertengkar dengan Bella dan selalu merasa putus asa dan sedih". Alex berperan dengan batinnya untuk menyadarkan sendiri . Drt... drt... Alex mengangkat ponselnya yang berdering, menghela nafas dengan panjang sebelum akhirnya dia bicara, "hallo mom" ucap nya abian di telepon "Al, besok malam ada acara keluarga. kau datang ya di rumah, ingat bawah istrimu sekalian daddy ingin melihat mantunya" ucap Lauren ibu dari Alex. "tapu mom..." belum sempat Alex protes dengan panjang Lauren langsung menjawab "jangan buat daddy marah dan sakit lagi" ucapnya Alex hanya diam, tidak tahu harus menjawab apa. "Alex akan datang Mom". "baiklah mommy senang mendengarnya, ingat acara nya jam 07.00 malam jangan sampai telat" ucap Lauren mengingatkan anaknya "iyah mom". lalu panggilanpun di matikan. "Felix, telepon wanita itu kata kan untuk bersiap-siap sebelum jam 07.00 malam aku akan menjemputnya, dan katakan padanya untuk tidak terlambat" kata Alex pada Felix "apa kamu tidak bisa menghubungi langsung, kenapa harus aku?" tanya Felix dengan malas karena baginya Alex adalah pria paling bodoh di dunia karena telah menyia-yiakan istri cantiknya. "jangan sampai kamu menyesal telah menyia-yia kan Anastasy, aku takut kamu menjadi pria gila saat tidak mendapat telepon atau pesan dari nya di kemudian hari". lagi Felix mengingatkan "lakukan saja perintahku Felix, atau aku akan memotong bonus bulananmu!" dengan nada mengancam "dan satu lagi, akan tidak akan pernah menyesal jika tidak mendapat kabar dari nya bahkan dia mati sekalipun". ucapnya lagi "baiklah, aku akan pegang kata-katamu hari ini". ucap Felix dan segera menelpon Anastasya untuk bersiap-siap karna nanti malam jam 07.00 akan ada acara keluarga di rumah Alex dan dia di minta untuk tidak terlambat karena Alex lah yang akan menjemputnya. di Apartemen, Anastasya melihat kembali ponselnya. ya baru saja ia mendapat telepon dari Felix untuk bersiap-siap karena Alex akan menjemputnya, dia merasa sangag bahagia "apa Alex ingin memafkanku karena sudah berlaku kasar tadi?" tanya Tasya dalam hati sambil tersenyum bahagia sampai akhirnya dia masuk sempurna di kamar mandi. meskipun egois tetapi Anastasya juga ingin merasakan kebahagiaan saat bersama Alex. setelah mandi Tasya keluar dari kamar mandi dan bermonolog "aku mencintaimu Al" ucapnya dengan sangat bahagia, walaupun pria itu tidak ada di sampingnya. sambil bersemangat ia masuk ke dalam walk in closed untuk mencari gaun cantik yang akan di gunakan nya, karena sekarang sudah menunjukkan pukul 17.30 mungkin sebentar lagi Alex akan tiba. dan benar saja baru saja selesai bel Apartemen nya bunyi . ting.. tong ... "Anastasya, Alex sudah menunggumu di basmen segeralah turun karena Alex tidak ingin menunggu terlalu lama" ucap Felix tanpa basa-basi. "baiklah Felix. terimakasih" sambil berjalan keluar dari kamar menju life yang dan menekan tombol 1 yaitu lantai basmen yempay Alex meninggunya. "kenapa kau lama?" tanya Alex saat melihat wanita cantik bergaun hitam panjang sebaha begitu cantik dan menggoda bahkan Alex tidak bisa berpangling darinya. bohong rasanya kalau dia tidak tertarik terhadap wanita di depannya, hanya saja karena rasa dendam dan marah dia tidak bisa membedakan rasa cinta dan benci terharap wanita itu. "maafkan aku Alex, aku baru saja selesai bersiap-siap dan Felix sudah datang memanggilku" ucap Anastasya, dan mereka pun pergi meninggalkan basmen . di dalam perjalanan tidak ada yang bersuara atau bahkan bercerita sekalipun, mereka hanya diam dengan pikirannya masing-masing sampai akhir nya Alex memulai pembicaraan "jangan memberitahu daddy tetang hubungan kita, atau tidak kau akan tahu akibatnya!" Alex memperingati atau lebih tepatnya mengancam. "humm, tenang saja aku tidak ada mengatakannya". hingga akhirnya kendaraan yang mereka tumpangi tiba di halaman villa mewah yang berada di kawasan elit di daerah Canggu. Alex pun memarkir mobilnya dan Tasya segera turun dari mobil, ibu mertua dan ayahnya sudah menunggu. "Tasya apa kamu sehat nak" tanya Jems, karena dia merasa menantunya terlihat kurus "aku sehat daddy, jangan mengkhawatirkan aku Alex menjagaku dengan baik" ucap Tasya dan mereka pun masuk ke dalam villa tepatnya di ruang keluarga di sana sudah ada hidangan mewah yang menunggu di atas meja makan. "Ayo nak, duduklah makanlah jangan sungkan" ucap Jemns lagi. dia sangat menyukai menantunya baginya jika saat itu Anastasya tidak menolongnya dia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi. "baik daddy". sambil mengambil roti dan menaruhnya di piring Alex, mereka makan dengan tenang tidak ada yang bersuara karena mereka memiliki etika saat makan tidak boleh ada yang bicara. di meja makan sudah ada Alea adik ipar Anastasya "kakak ipar makan yang banyak, kakak terlihat sangat kurus. kalau kak Alex tidak menjamin kakal ipar katakan padaku, aku akan membantu kakak ipar" ucap Alea sambil tersenyum. "kakak mu sedang diet makanya dia sedikit makan, jangan heran kalau dia kurus" ucap Alex menimpali sang adik. dan mereka pun tertawa dan melanjutkan makan malam bersama. setelah makan malam selesai kini keluarga itu kembali berkumpul di ruang tengah sambil ngemil dan menonton tv, sebenarnya tidak nonton lebih ke cerita dan bertanya "sayang kapan kalian kasih cucu buat papa dan mama?" tanya Lauren sangat lembut pada Tasya. "mom, jangan terburu-buru anak itu dari Tuhan, aku dan Tasya sudah berusaha tapi memang belum saatnya saja aku dan Tasya dapat anak". ucap Alex buru-buru menyangga pertanyaan sang ibu "baiklah, mommy kan hanya bertanya" ucap Lauren dan mereka pun tertawa terbahak-bahak. "mom, daddy dimana Alea? boleh kah aku pergi ketempatnya? ucap Tasya "Alea di kamarnya pergilah" kata Lauren dan setelah Anastasya ke kamar Alea Jems pun mulai bicara "jaga istrimu Al, jangan membuatnya sedih dan daddy harap kamu sudah memiliki rasa padanya. lakukan sebelum kamu akan sangat menyesal nanti nya" ucap sang daddy. deg Alex merasa seperti di tikam, "menyesal kenapa kata itu sangat tidak enak di dengar" katanya bermonolog dalam hati. Bersambung.... jangan lupa follow, like, komen, dan bagikan ya teman-teman tukung terus karna saya . Terimakasih 😘😘😘
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN