Chap 42

1149 Kata

Di ruang vvip riko ramai sekali. Anaya dkk, riko dkk, salsa, arka, mark, stevan, rima, yoga, bi laras. Mereka berkumpul di ruang rawat inap riko. Riko tertidur pulas. Biarpun tertidur tapi telinganya bisa mendengarkan pembicaraan mereka. Brankar riko di beri pembatas tirai. Jadi riko tidak bisa melihat mereka hanya bisa mendengarkan saja. "Kanker yang di derita riko menyebar begitu cepat dan sudah memasuki sepenuhnya ke seluruh tubuhnya. Dan hal itu membuat riko menjadi sering muntah darah dan mengeluarkan banyak darah. Sangat kecil kesempatan riko hidup. Mungkin hanya 3 persen saja. Anaya menangis mendengar penuturan rima. Begitu pun yang lain. "Satu kali hiks kesempatan sembuh tidak hiks ada aunty?" Tanya anaya. "Kita serahkan semuanya kepada allah lagi naya" Ujar rima. "Au

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN