Aryan mondar-mandir di kamar, ia merasa gelisah. Ini sudah 2 bulan berlalu, ia berusaha untuk mendekati Meylani dan untuk berbicara dengan Meylani. Tapi setiap ia akan mendekati Meilani, ia selalu takut. Hingga Ia hanya bisa mengikuti Meilani dari kejauhan. Aryan menghentikan langkahnya kala pintu kamar terbuka. Muncul sosok Afeeysa masuk ke dalam kamar, karena memang sekarang ini Aryan tinggal di rumah adik kembarnya “Feeysa, kapan terakhir Devano kesal padamu?” tanya Aryan pada Afeeysa. Ia mendudukan diri di sofa kemudian tampak berpikir. “Devano? dia tidak pernah marah padaku. Dia juga tidak pernah kesal padaku, aku pernah merusakkan gitar mahalnya. Tapi dia hanya mengelus rambutku!” Aryan mengangguk-anggukan kepalanya, Devano memang tidak pernah memperlihatkan kekesalannya pada

