Bab 42. Menegaskan

1943 Kata

Meilani dan Nakesya sama-sama terdiam mereka tidak ada yang berbicara sepatah kata pun. Bahkan Nakesya menunduk, ia begitu malu menatap Meilani. Setelah tadi terpergok oleh Meilani, Nakesya ingin pergi dan beralasan bahwa saudaranya sedang dirawat.Tapi, Meilani berhasil menebak niatnya Nakesya, hingga akhirnya Nakesya tidak berkutik dan Meilani mengajak wanita itu untuk duduk di kantin, beruntung kondisi kantin sedang sepi hingga Melani bisa berbicara dengan tenang. Sebenarnya Nakesya mati-matian untuk tidak datang ke rumah sakit. Sama seperti dulu, cinta Nakesya pada Devano masih ada. Saat Devano pergi bertugas, bukan hanya Melani saja yang mengkhawatirkan keadaan Devano, Nakesya juga mengkhawatirkan keadaan mantan kekasihnya. Entah kenapa dia tidak bisa tidak bisa lupa pada sosok Deva

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN